Contoh Analisis Gap Artikel Jurnal
Contoh 1:
Judul artikel:
"Pengembangan Aplikasi Web untuk Penjualan Produk Berbasis E-Commerce"
Tujuan penelitian:
Membangun aplikasi web untuk penjualan produk berbasis e-commerce yang mudah digunakan dan dapat meningkatkan keuntungan penjualan.
Metode pengembangan:
Menggunakan framework Laravel dan MySQL untuk pengembangan aplikasi web.
Hasil pengembangan:
Aplikasi web berhasil dibangun dengan fitur yang lengkap, seperti halaman produk, keranjang belanja, pembayaran online, dan manajemen stok. Namun, pengguna mengalami kesulitan saat mencari produk tertentu dan tidak ada fitur untuk merekomendasikan produk yang serupa.
Analisis Gap:
- Aplikasi web yang dibangun tidak memiliki fitur pencarian produk yang baik. Oleh karena itu, perlu dikembangkan fitur pencarian produk yang lebih efektif dan mudah digunakan.
- Selain itu, aplikasi web juga tidak memiliki fitur rekomendasi produk yang serupa. Sehingga perlu dikembangkan fitur rekomendasi produk berdasarkan preferensi pengguna atau riwayat pembelian sebelumnya untuk meningkatkan konversi penjualan.
- Meskipun aplikasi web sudah dilengkapi dengan fitur pembayaran online, tetapi pengguna mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan dan perbaikan pada sistem pembayaran online agar pengguna dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan aman.
- Selain itu, aplikasi web yang dibangun hanya mendukung pembayaran menggunakan kartu kredit. Perlu dikembangkan fitur pembayaran yang lebih fleksibel, seperti transfer bank atau pembayaran menggunakan dompet digital.
Rekomendasi pengembangan aplikasi web:
- Mengembangkan fitur pencarian produk yang lebih efektif dan mudah digunakan.
- Mengembangkan fitur rekomendasi produk berdasarkan preferensi pengguna atau riwayat pembelian sebelumnya.
- Memperbaiki sistem pembayaran online dan menambahkan fitur pembayaran yang lebih fleksibel.
- Menambahkan fitur pelaporan penjualan dan manajemen stok untuk membantu pemilik bisnis dalam mengelola bisnis e-commerce mereka.
Kesimpulan:
Analisis Gap pada pengembangan aplikasi web ini menunjukkan bahwa perlu dikembangkan fitur pencarian dan rekomendasi produk yang lebih baik, memperbaiki sistem pembayaran online, menambahkan fitur pembayaran yang lebih fleksibel, dan menambahkan fitur pelaporan penjualan dan manajemen stok untuk membantu pemilik bisnis dalam mengelola bisnis e-commerce mereka.
Contoh 2:
Judul artikel:
"Penerapan Teknologi Kecerdasan Buatan pada Sistem Pendeteksi Kecurangan dalam Ujian Online"
Tujuan penelitian:
Menerapkan teknologi kecerdasan buatan pada sistem pendeteksi kecurangan dalam ujian online untuk meningkatkan keamanan dan keadilan dalam pelaksanaan ujian.
Metode penelitian:
Pengembangan sistem pendeteksi kecurangan dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Hasil penelitian:
Sistem pendeteksi kecurangan berhasil dikembangkan dengan akurasi yang baik dalam mendeteksi kecurangan seperti plagiarisme, kecurangan terstruktur, dan kecurangan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang. Namun, sistem belum dapat mendeteksi kecurangan verbal seperti membocorkan jawaban atau berbicara dengan peserta ujian lainnya.
Analisis Gap:
- Sistem pendeteksi kecurangan yang dikembangkan hanya dapat mendeteksi kecurangan non-verbal seperti plagiarisme dan kecurangan terstruktur. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknologi baru yang dapat mendeteksi kecurangan verbal seperti membocorkan jawaban atau berbicara dengan peserta ujian lainnya.
- Selain itu, sistem pendeteksi kecurangan yang dikembangkan menggunakan dataset terbatas. Sehingga perlu dilakukan penambahan dataset dan pengembangan model kecerdasan buatan yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi pendeteksian kecurangan.
- Meskipun sistem pendeteksi kecurangan memiliki akurasi yang baik dalam mendeteksi kecurangan, tetapi sistem masih dapat dikelabui oleh peserta ujian yang cerdik. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kehandalan dan keefektifan sistem pendeteksi kecurangan.
Rekomendasi pengembangan teknologi kecerdasan buatan:
- Mengembangkan teknologi baru yang dapat mendeteksi kecurangan verbal seperti membocorkan jawaban atau berbicara dengan peserta ujian lainnya.
- Menambahkan dataset dan pengembangan model kecerdasan buatan yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi pendeteksian kecurangan.
- Melakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kehandalan dan keefektifan sistem pendeteksi kecurangan.
Kesimpulan:
Analisis Gap pada pengembangan sistem pendeteksi kecurangan dalam ujian online menunjukkan bahwa perlu dikembangkan teknologi baru untuk mendeteksi kecurangan verbal, menambahkan dataset dan pengembangan model kecerdasan buatan yang lebih canggih, dan melakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kehandalan dan keefektifan sistem pendeteksi kecurangan.