Bagaimana membuat Karya Ilmiah


Sering kita dengan istilah Karya Ilmiah, apa itu karya ilmiah dan bagaimana membuat Karya Ilmiah?.

Penting dalam karya ilmiah adalah penulisan harus terstruktur, sistematis, benar, logis, utuh, bertanggung jawab, serta menggunakan bahasa Indonesia yang benar (untuk karya ilmiah berbahasa Indonesia) yang terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.

Bagian awal karya tulis ilmiah

  1. Sampul
  2. halaman judul
  3. halaman persetujuan
  4. halaman pengesahan
  5. surat pernyataan keaslian
  6. abstrak
  7. prakata
  8. daftar isi
  9. daftar tabel (jika ada)
  10. daftar grafik, bagan, gambar (jika ada)
  11. daftar singkatan dan lambang (jika ada).

Bagian Isi karya tulis ilmiah

  1. BAB I Pendahuluan
  2. BAB II Tinjauan Pustaka
  3. Kerangka Konsep dan Hipotesis (jika ada)
  4. BAB III Metode Penelitian
  5. BAB IV Hasil dan Pembahasan
  6. BAB V Penutup

Bagian Akhir karya tulis ilmiah

  1. Daftar Pustaka
  2. Lampiran


Sedangkan untuk PROPOSAL struktur format biasanya terdiri atas:

  1. BAB I Pendahuluan
  2. BAB II Tinjauan Pustaka
  3. BAB III Metode Penelitian.


Dalam membuat judul Karya Tulis Ilmiah perlu diperhatikan format penulisan yaitu huruf kapital (huruf besar) dituliskan di tengah tanpa tanda baca menggunakan huruf Times New Roman/Arial dengan ukuran huruf (font) 14-16pt, cetak tebal dan dituliskan 4cm dari bagian atas kertas. Judul sebaiknya berbentuk piramida terbalik atau menuliskan dalam format baris judul terakhir adalah paling singkat.

Berikutnya adalah dalam perhatikan dalam membuat Latar Belakang Masalah. Latar Belakang Masalah merupakan pengungkapan latar belakang dan alasan penulis memilih topik dan mengambil judul. Hal yang perlu ditekannkan di bagian ini adalah mengapa suatu permasalahan perlu diteliti, apa yang menyebabkan timbulya permasalahan, alasan–alasan yang logis yang mendorong diadakannya penelitian. Pada bagian ini akan menentukan penting atau tidaknya penelitian dilakukan. Latar belakang masalah sebaiknya disusun seperti piramida terbalik dan umumnya disusun tidak lebih dari 3-4 halaman. Latar belakang masalah diawali dengan sesuatu yang umum diikuti dengan bahasan yang lebih sempit dan diakhiri justifikasi permasalahan yang menjadi topik karya ilmiah. Deskripsi latar belakang masalah dapat diakhir dengan kesenjangan antara teori yang seharusnya dengan kenyataan yang terjadi.


Penelusuran Referensi

Penelusuran Referensi dilakukan dengan tujuan:

  • memperoleh perspektif ilmiah
  • mengindari duplikasi penulisan 
  • menghindari masalah konseptual dan prosedural

Penelusuran Referensi bisa dilakukan pada jurnal elektronik dan referensi elektronik selain jurnal.