Alat bantu mencari akar permasalahan
Stratifikasi
Stratifikasi adalah perangkat untuk pemilahan masalah. Proses penyusunannya adalah dengananalisis menetapkan tujuan analisis, menetapkan jenis data yang dibutuhkan, menetapkan klasifikasi data, menyusun tabel rancangan pengumpulan data, dan mengisi hasil rancangan dengan check sheet. Stratifikasi dipakai untuk menentukanpenyebab khusus. Misal untuk membuat analisa terhadap 2 mesin yang berbeda yaitu A & B.
Lembar periksa (check sheet)
Check Sheet adalah suatu format formulir untuk mengumpulkan data secara sistematis yang menggambarkan frekuensi berbagai efek. Check sheet merupakan alat pengumpulan/penyajian data sederhana, proses penyusunan dengan rancang pemilahan, pencatatan data yang sesuai dan ditabulasikan. Tujuan dari lembar periksa adalah untuk menjamin bahwa data dikumpulkan secara teliti dan akurat oleh karyawan operasional untuk diadakan penelitian proses dan penyelesaian masalah. Data dalam lembar pengecekan tersebut nantinya akan digunakan dan dianalisis secara tepat dan mudah.
Histogram
Histogram adalah bentuk dari grafik kolom yang memperlihatkan distribusi yang diperoleh bila mana data dalam bentuk angka telah terkumpul. Meskipun suatu histogram dibuat berdasarkan contoh data, namun tujuannya adalah untuk memberikan saran mengenai kemungkinan distribusi keseluruhan data (populasi) yang contoh datanya diambil.
Dalam Histogram, nilai dari peubah berkesinambungan digambarkan pada sumbu horizontal yang dibagi dalam kelas atau sel yang mempunyai ukuran sama. Biasanya ada satu kolom untuk tiap kelas dan tingginya kolom menggambarkan jumlah terjadinya nilai data dalam jarak yang digambarkan oleh kelas. Histogram ini dipakai untuk menentukan masalah dengan melihat bentuk dan sifat dispersi dan nilai rata-rata.
Peta Kendali (Control Chart)
Peta kendali adalah peta yang menunjukkan batas-batas yang dihasilkan oleh suatu proses dengan tingkat kepercayaan tententu. Peta Kendali untuk menunjukkan batasan kualitas dalam proses produksi, dan sangat bermanfaat untuk deteksi situasi abnormal di luar standar yang ditentukan dalam proses
manufaktur.
Diagram Pareto
Diagram pareto diperkenalkan oleh seorang ahli yaitu Alfredo Pareto (1848-1923). Diagram Pareto ini merupakan suatu gambaran yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut urutan rangking tertinggi hingga terendah.
Diagram Pareto membantu memfokuskan pada sejumlah masalah atau efek yang sedikit tetapi dengan dampak terbesar (memakai skala prioritas). Digunakan utk menemukan masalah utama kecacatan dan penyebab utama kecacatan dengan cara mengklasifikasikan masalah mutu ke dalam sebab penting yang sedikit dan sebab tidak penting yang banyak. Dalam banyak hal, kebanyakan rusak dan biaya yang timbul didapat dari sejumlah kecil dari sebab (Purba, 2008).
Diagram Pencar (Scatter Diagram)
Diagram Pencar atau Satter Diagram adalah perangkatvariabel untuk pembuktian dugaan sebab akibat. Proses penyusunannya adalah dengan menggunakan diagram sebab akibat, data dikumpulkan dalam bentuk pasangan titik (x,y). Dari titik-titik tersebut dapat diketahui hubungan antara variabel x dan variabel y, apakah terjadi huungan positif atau negative.
Contoh Tahapan Penemuan Masalah, Rekomendasi dan Simpulan
- Studi Pendahuluan. Melakukan observasi awal untuk mengetahui landasan empiris dari objek penelitian, melakukan observasi lokus penelitian sehingga dapat menangkap fenomena yang tengah terjadi pada saat penelitian dilakukan.
- Studi Literatur. Studi literatur dilakukan untuk menetapkan landasan umum (grand theory) yang memiliki hubungan dengan teori perantara (middle range theory) yang merupakan induk dari teori aplikasi (applied theory) (Lean Six Sigma).
- Pengumpulan Data. Wawancara, Observasi, Studi Dokumentasi.
- Pengolahan Data. Bisa dilakukan dengan mengikuti DMAIC (Define-Measure-Analyze, Improve-Control).
- Define. Tahap Define termasuk membuat SIPOC (Supplier-Input-Process-Output-Customer) yang digunakan untuk melihat proses bisnis dari pemasok ke pelanggan. Pembuatan Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk melakukan identifikasi waste yang ada pada proses aktivitas/kegiatan.
- Measure. Tahap Measure dilakukan perhitungan DPMO (Defect - Per - Million - Opportunity) atau waktu proses aktivitas/kegiatan. Perhitungan DPMO dilakukan untuk pengukuran level Sigma proses aktivitas/kegiatan.
- Analyze. Tahap Analyze dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor penyebab permasalahan aktivitas/kegiatan menggunakan diagram fishbone.
- Improve. Tahap improve dilakukan untuk merancang tindakan perbaikan berdasarkan akar permasalahan aktivitas/kegiatan yang telah diidentifikasikan pada tahap analyze dengan menggunakan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengisi peringkat Risk Priority Number (RPN) dilakukan setelah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan responden.
- Control. Tahap control dilakukan pengukuran kembali waktu proses aktivitas/kegiatan setelah melakukan tindakan perbaikan yang telah diidentifikasi pada tahap improve.
- Analisis Data. Analiss data dilakukan untuk membuktikan proposisi berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya.
- Penarikan Simpulan. Penarikan simpulan dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan di awal penelitian. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian model ini adalah metode kualitatif berbasis studi kasus eksplanatory dengan menggunakan pendekatan deduktif.
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan